Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Ulat Grayak PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 09 Januari 2012 10:30

Gambar Ngengat, kelompok telur dan larva ulat grayak

(Ordo: Lepidoptera, Famili: Noctuidae)
Kemampuan ulat grayak merusak tanaman jagung berkisar antara 5-50%. Ngengat aktif malam hari, sayap bagian depan ber-warna coklat atau keperak-perakan, sayap belakang ber-warna keputihan. Telur berbentuk hampir bulat dengan bagian datar melekat pada daun (kadang tersusun 2 lapis), warna coklat kekuning-kuningan, berkelompok (masing-masing berisi 25 – 500 butir)  tertutup bulu seperti beludru.

Larva mempunyai warna yang bervariasi, ulat yang baru menetas berwarna hijau muda, bagian sisi coklat tua atau hitam kecoklatan dan hidup berkelompok. Ulat menyerang tanaman pada malam hari, dan pada siang hari bersembunyi dalam tanah (tempat yang lembab). Biasanya ulat berpindah ke tanaman lain secara bergerombol dalam jumlah besar.

Pupa, ulat berkepompong dalam tanah, membentuk pupa tanpa rumah pupa (kokon) berwana coklat kemerahan dengan panjang sekitar 1,6 cm.
Siklus hidup berkisar antara 30 – 60 hari (lama stadium telur 2 – 4 hari, larva yang terdiri dari 5 instar : 20 – 46 hari, pupa 8 – 11 hari).

Gejala Serangan
Larva yang masih kecil merusak daun dan menyerang secara serentak berkelompok. dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas, transparan dan tinggal tulang-tulang daun saja. Biasanya larva berada di permukaan bawah daun, umumnya terjadi pada musim kemarau.
Tanaman Inang hama ini bersifat polifag, selain jagung juga menyerang tomat, kubis, cabai, buncis, bawang merah, terung, kentang, kangkung, bayam, padi, tebu, jeruk, pisang, tembakau, kacang-kacangan, tanaman hias, gulma Limnocharis sp., Passiflora foetida, Ageratum sp., Cleome sp., dan Trema sp.

Pengendalian
Kultur teknis
- Membakar sisa-sisa tanaman pada lahan yang akan digunakan
- Pengolahan tanah yang intensif.
Fisik/Mekanis
- Mengumpulkan larva atau pupa  dan bagian tanaman yang terserang kemudian  memusnahkannya
- Penggunaan perangkap feromonoid seks untuk ngengat sebanyak 40 buah per hektar atau 2 buah per 500 m2 dipasang di tengah pertanaman sejak tanaman berumur 2 minggu. 
Hayati
Pemanfaatan musuh alami seperti : 
- Patogen Sl-NPV (Spodoptera litura – Nuclear Polyhedrosis Virus)
- Cendawan Cordisep, Aspergillus flavus, Beauveria bassina, Nomuarea rileyi, dan Metarhizium anisopliae
- Bakteri Bacillus thuringensis
- Nematoda Steinernema sp.
- Predator Sycanus sp., Andrallus spinideus, Selonepnis geminada,
- Parasitoid Apanteles sp., Telenomus  spodopterae, Microplistis similis, dan Peribeae sp.
Kimiawi
Beberapa insektisida yang cukup efektif adalah monokrotofos, diazinon, khlorpirifos, triazofos, dikhlorovos, sianofenfos, dan karbaril. Penggunaannya dari hasil pengamatan tanaman contoh, intensitas serangan mencapai lebih atau sama dengan 12,5% pertanaman contoh.

 

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com